Kapolda Jabar: Demo Mahasiswa di Bandung Ditunggangi Kelompok Anarko

Merdeka.com – Kapolda Jabar, Irjen Rudy Sufahriadi menyatakan aksi demonstrasi mahasiswa yang berakhir ricuh di Bandung ditunggangi kelompok bernama Anarko. Pihaknya mengaku akan lebih tegas dalam mengantisipasi kericuhan saat demo.

Hal itu disampaikannya usai meninjau aksi demonstrasi buruh di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (2/9).

“Mahasiswa enggak apa-apa, ada kelompok yang menunggangi mahasiswa, namanya Anarko. Kita semua paham, kita harus tahu. Dan saya juga harus sebutkan di mana-mana,” kata Rudy.

Saat demonstrasi ricuh beberapa waktu lalu, polisi berdiskusi dengan mahasiswa. Hasilnya, tidak ada niatan dari kelompok mahasiswa membuat demo menjadi ricuh.

“Mahasiswa ditunggangi, ternyata setelah terpecah pecah, mereka (kelompok Anarko) enggak ada, mahasiswa kita dudukan, damai ingin bubar juga pulang,” terang dia.

Dia mengungkapkan, dalam demo buruh pun, pihaknya mengidentifikasi kelompok Anarko akan ikut serta. Namun, hal itu bisa segera diatasi dengan melakukan pengamanan dan penangkapan.

“Di sini buruh juga saya kasih tahu. Mereka akan menunggangi, tadi juga di luar, kita tangkapin mereka. Dengan bajunya seragamnya yang sama seperti waktu sama mahasiswa,” ucap dia.

Ribuan Buruh Demo

Ribuan buruh dari 12 serikat berunjuk rasa menuntut Gubernur Jabar Ridwan Kamil mereformasi upah minimum yang berorientasi peningkatan kesejahteraan buruh. Selain itu, massa juga ingin Pemprov Jabar mencari solusi terhadap dampak negatif program Citarum Harum.

Pasalnya, ada sekitar 250 perusahaan terancam pindah ke kawasan Rebana (Cirebon-Majalengka-Subang). Hal ini dinilai akan memunculkan perselisihan hubungan industrial dalam hal perusahaan tutup atau relokasi karena tidak bisa mengelola limbah secara baik.

Koordinator Aliansi Buruh Jabar Ajat Sudrajat mendesak Ridwan Kamil untuk meningkatkan perlindungan tenaga kerja dengan peraturan dalam bidang ketenagakerjaan dengan melibatkan berbagai pihak.

“Kami juga mengingatkan kepada Gubernur Jabar agar konsnsten terhadap realisasi program Buruh Juara Lahir dan Batin. Jangan sampai hanya jadi jargon semata,” tutur dia.

“Kami juga memperjuangkan penolakan rencana revisi Undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan,” tandas Ajat. [ray]

sc:
https://www.merdeka.com/peristiwa/kapolda-jabar-demo-mahasiswa-di-bandung-ditunggangi-kelompok-anarko.html